danmahluk hidup yang lain. Ada-nya efek rumah kaca suhu rata-rata di bumi menjadi sekitar 33 oC. Gas rumah kaca yang terpenting adalah karbon dioksida. Gambar penyebab pemanasan global yaitu karbon dioksida Akhir-akhir ini dicatat kandungan karbon dioksida dan gas lain dalam atmosfer mengalami kenaikan. Naiknya gas rumah kaca akan menaikkan Globalwarming atau yang sering dikenal dengan istilah pemanasan global merupakan suatu masalah yang banyak menjadi pemberitaan hangat melalui media massa baik cetak maupun elektronik tentang peristiwa alam yang sering terjadi. Pemanasan global disebabkan adanya kadar gas rumah kaca yang menyebabkan meningkatnya intensitas efek rumah kaca. Salahsatu hal yang bisa mengurangi percepatan peningkatan temperatur permukaan bumi adalah dengan melakukan optimalisasi bahan bakar minyak dari fosil atau penghematan. Pemanasan global ialah peristiwa naiknya intensitas Efek Rumah Kaca (ERK). Dengan adaya ERK suhu bumi adalah rata-rata 15ºC, seperti yang kita kenal. Jadi ERK sangat meningkatkanproduksi sepeda motor; Semua jawaban benar; Jawaban yang benar adalah: C. membatasi pemakaian listrik. Dilansir dari Ensiklopedia, efek rumah kaca dapat berdampak pada pemanasan global. salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya efek rumah kaca adalah membatasi pemakaian listrik. Pembahasan dan Penjelasan Adapuncara menanggulangi peningkatan efek rumah kaca adalah sebagai berikut. 1. Hemat energi listrik. Gunakan pemakaian listrik seperlunya saja. Dengan begitu, Quipperian sudah berkontribusi dalam mengurangi pemakaian batu bara yang bisa menimbulkan emisi gas karbondioksida di udara. 2. Beralih dari pupuk nonorganik ke pupuk organik bakarfosil akan dapat menurunkan jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari proses pemakaian energi asal bahan bakar fosil. Peningkatan efisiensi energi dipandang sebagai salah satu langkah paling menjanjikan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca secara global dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar asal fosil. 2. Gasrumah kaca atau greenhouse gases adalah gas-gas yang menyebabkan terjadinya efek rumah kaca (ERK). Di dalam atmosfer, disamping terdapat uap air (H 2 O) dan karbon dioksicIa (CO 2 ), terdapat gas rumah kaca (GRK) lain yang terpenting yang berkaitan dengan pencemaran dan pemanasan global adalah metana (CH), ozon (O 3 ), gas gelak (N 2 O) dan 2CQFL0. Jakarta - Saat ini bumi tengah dilanda pemanasan global atau global warming karena meningkatnya efek rumah kaca. Hal itu menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat 2-5° rumah kaca adalah proses penghangatan bumi karena adanya penyerapan sinar infra merah dari matahari. Dari sinar tersebut, 30% dipantulkan kembali dan sisanya diserap bumi. Namun, saat ini efek rumah kaca justru meningkat dan menyebabkan global penjelasan efek rumah kaca lengkap Proses Terjadinya Efek Rumah KacaPada dasarnya efek rumah kaca merupakan hal yang wajar terjadi di permukaan bumi. Dengan adanya hal tersebut, suhu di bumi akan terasa hangat dan bila tidak suhu bisa mencapai -18° gas efek rumah kaca yang berlebihan bisa menyebabkan lapisan atmosfer semakin tipis. Akibatnya, banyak sinar matahari yang masuk dan membuat suhu di permukaan semakin rumah kaca sendiri bisa terjadi karena hal alamiah. Tetapi, hal itu juga bisa disebabkan kegiatan industri yang saat ini tengah gencar-gencarnya dilakukan kegiatan yang meningkatkan gas rumah kaca, adalah penggunaan transportasi bahan bakar fosil, maraknya industri yang menggunakan bahan bakar fosil, sampah organik yang membusuk dan menghasilkan gas itu, penebangan hutan secara liar juga menjadi salah satu penyebab efek rumah kaca. Sebab, pepohonan bisa menyerap gas karbon dioksida penyebab sisa limbah organik pertanian dan peternakan yang tak diolah dengan benar. Pasalnya, bila dibiarkan akan menyebabkan gas metana atau dibakar menghasilkan karbon contoh gas rumah kaca adalah CO2 karbon dioksida, CH4 metana, NO nitrogen oksida, dan CFC klora fluoro karbon. Bila gas tersebut naik ke lapisan atmosfer hingga ketinggian troposfer akan membentuk lapisan yang mengungkung sinar matahari yang masuk ke bumi banyak dipantulkan kembali ke bumi dan membuat suhu di permukaan semakin panas. Akhirnya kondisi tersebut pun merugikan kehidupan Akibat yang Ditimbulkan oleh Efek Rumah Kaca?Ada beberapa dampak yang terjadi ketika efek rumah kaca menyebabkan pemanasan global, yakni meningkatkan suhu udara di bumi menjadi lebih terjadinya perubahan iklim dengan peningkatan uap air sehingga curah hujan meningkat. Lalu, mencairnya es di Kutub dan permukaan air di banyak wilayah mengalami adanya kenaikan air, beberapa wilayah akan mengalami bencana, seperti banjir, erosi, hilangnya daratan, dan masuknya air laut ke wilayah air dampak efek rumah kaca di lautan bisa merusak habitat hewan laut. Pasalnya, suhu air laut meningkat dan merusak terumbu karang dan habitat Mengatasi efek Rumah KacaEfek rumah kaca bisa dikurangi dengan menanam banyak pohon sehingga karbon dioksida bisa banyak diserap. Sebagai gantinya, kadar oksigen di bumi akan menjadi lebih menerapkan gaya hidup hemat dan sehat. Hal itu bisa dilakukan dengan menggunakan kendaraan ramah lingkungan, sepeda atau mobil detikers juga bisa membatasi pemakaian kantong plastik dengan beralih ke tas yang bisa digunakan berkali-kali. Dengan begitu, limbah plastik akan berkurang menghasilkan gas mengurangi efek rumah kaca ya! Simak Video "Gelombang Salju hingga Panas Ekstrem Melanda Amerika Latin" [GambasVideo 20detik] pay/erd Jakarta - Efek rumah kaca adalah proses pemanasan bumi yang disebabkan oleh radiasi matahari bergelombang pendek. Radiasi itu masuk ke bumi dan menembus atmosfer yang berfungsi seperti atap kaca pada sebuah rumah radiasi ini dilepaskan ke ruang angkasa namun akhirnya tertahan di atmosfer yang kemudian dipantulkan kembali ke permukaan Analisis Kesehatan Lingkungan Akibat Pemanasan Global oleh Mukono, efek rumah kaca sangat berpengaruh pada kehidupan di bumi yang memerlukan energi dan radiasi panas efek rumah kaca ditemukan pertama kali oleh Joseph Fourier pada tahun 1824. Namun penelitian tentang hal ini baru dilakukan pada tahun 1896 oleh Svante Arrhenius secara efek rumah kaca bukanlah efek yang ditimbulkan oleh gedung dan kaca pada suatu bangunan namun peristiwa alam yang peristiwanya serupa dengan proses yang terjadi di dalam rumah dasarnya, efek rumah kaca sangat penting karena menyebabkan Bumi menjadi hangat dan layak untuk ditempati. Bila tidak ada efek rumah kaca, suhu permukaan bumi akan 33 derajat Celcius lebih dingin dibanding suhu saat adanya berbagai aktivitas manusia seperti halnya proses industri dan transportasi menyebabkan gas rumah kaca yang diemisikan ke atmosfer terus dari sumber yang sama, Mukono menjelaskan ada 13 penyebab efek rumah kaca, yakni1. Kerusakan hutan2. Pemanfaatan pupuk, pembusukan sisa pertanian, pembusukan kotoran ternak, pembakaran sabana di sektor pertanian dan peternakan3. Pemakaian AC yang berlebihan4. Chloro Fluoro Carbon CFC yang banyak terdapat pada spray dan parfum5. Asap kendaraan bermotor6. Hasil buangan industri7. Penggunaan CFC pada lemari pendingin yang dapat mengurangi lapisan ozon8. Uap air yang dapat mencapai atmosfer akibat dari penguapan air laut, sungai atau danau9. Adanya gas CO210. Pembakaran bahan limbah padat11. Pembakaran fosil12. Campuran berflourinasi yang dapat menghasilkan dari proses manufaktur13. Hidrofluorokarbon yang dihasilkan pada saat manufaktur dari berbagai macam Efek Rumah KacaEfek rumah kaca juga memiliki dampak negatif dan juga positif yaitu sebagai berikut1. Dampak Negatif Efek Rumah Kaca- Iklim mulai tidak stabil- Peningkatan permukaan air laut- Gangguan ekologis- Dampak sosial dan politik- Adanya penyakit menular dan berimbas pada gizi buruk pada negara yang mengalami Dampak Positif Efek Rumah Kaca- Berguna bagi kehidupan di bumi- Mengatur suhu di bumi agar tak terlalu dingin yang sesuai dengan kelangsungan makhluk hidup- Membuat manusia berhati-hati dan berhemat pada penggunaan bahan bakar fosil dan penggunaan listrik- Membuat manusia sadar bahwa pohon dan hutan memiliki arti penting bagi kelangsungan Pencegahan Efek Rumah KacaDikutip dari sumber yang sama setidaknya ada lima upaya yang bisa dilakukan dalam pencegahan bahaya efek rumah kaca, yaitu1. Pengaturan dalam menggunakan berbagai alat-alat listrik dan hemat energi2. Penghematan bahan bakar dalam penggunaan kendaraan bermotor3. Penanaman pohon4. Pengelolaan sampah5. Penggunaan tenaga listrik untuk alat itulah penjelasan tentang efek rumah kaca yang bisa detikers pelajari. Selamat belajar! Simak Video "KLHK Targetkan Tahun 2030 Indonesia Capai Net Sink Sektor Kehutanan" [GambasVideo 20detik] faz/faz Efek Rumah Kaca – Pengertian, Penyebab, Proses, Dampak & Cara Mengatasi – Untuk pembahasan kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai Efek Rumah Kaca yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, penyebab, proses, dampak dan cara mengatasi, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini. Efek rumah kaca adalah proses meningkatnya suhu permukaan pada bumi yang disebabkan oleh perubahan pada kondisi serta komposisi atmosfer yang sehingga panas dari matahari tetap berada dibumi dan tidak bisa dipantulkan secara sempurna ke atmosfer. Istilah ini sendiri telah lahir sejak tahun 1824 dengan sebutan green house effect yang sebenarnya memang dibutuhkan oleh bumi. Tanpa hal itu, bumi akan membeku dan dipenuhi dengan es. Hal ini permasalahannya ialah saat fenomena alamiah ini terjadi dan berjalan dengan sangat cepat dan tentu saja diakibatkan oleh ulah manusia. Dengan begitu dampak buruk malah terjadi dan mengancam kehidupan manusia itu sendiri dimuka bumi meliputi pemanasan global, bencana serta dampak negatif lainnya. Baca Artikel Terkait Tentang Materi Dampak Pemanasan Global Oleh karena itu, tidak heran apabila ada banyak pakar dan berbagai lembaga terkait menyerukan bagi penduduk bumi agar bisa introspeksi diri dan segera melakukan perbaikan. Dari hal tersebut muncullah definisi efek rumah kaca menurut para ahli seperti menurut asosiasi energy New York yang mengatakan efek rumah kaca merupakan kejadian dimana panas di bumi terperangkap karena terhalang oleh gas emisi seperti karbon dioksida pada atmosfer dimana gas tersebut berasal dari asap kendaraan, pabrik sampai kebakaran hutan. Penyebab Efek Rumah Kaca Seperti yang kita telah ketahui semuanya bahwa matahari ialah sumber utama bagi bumi, sebagian besar energi tersebut berwujud atas gelombang pendek seperti dibumi. Hal yang penting yang wajib diketahui oleh penduduk bumi ialah ketika energi yang ada diatas permukaan bumi yang berupa cahaya tersebut berubah menjadi panas yang menghangatkan bumi. Disini sebagian panas akan diserap oleh bumi dan sebagiannya lagi akan dipantulkan lagi keruang angkasa yang dalam wujud radiasi infared. Gambaran tersebut ialah gambaran fenomenal normal atau bisa disebut alamiah proses terjadinya efek rumah kaca, dengan kata lain efek rumah kaca ini cukup aman karena sebagai penghemat bumi. Namun yang terjadi sekarang merupakan bukan hal alami lagi karena dari hari ke hari kita dapat melihat semakin banyak panas yang seharusnya dipantulkan ke luar angkasa akan tetapi terperangkap di atmosfer dan dipantulkan balik ke bumi. Panas yang berlebihan seperti inilah yang menimbulkan polemik dan masalah yang cukup berbahaya. Jika dilihat dari hal itu, maka bisa melihat penyebab utama dari efek rumah kaca tersebut ialah gas emisi dari pabrik dan juga keadaan motor yang semakin kesini semakin bertambah. Semakin banyak gas yang terperangkap di atmosfer akan membuat banyak panas terperangkap dibawahnya. Jika dilihat dari pengertian efek rumah kaca, beberapa gas penyebab terjadi efek rumah kaca ini diantaranya ialah sebagai berikut Baca Artikel Terkait Tentang Materi Perbedaan Cuaca dan Iklim Karbon Dioksida “CO2” Gas pertama penyebab efek rumah kaca ialah karbon dioksida yang memiliki prosentasi 9-26%, peningkatan jumlah dari CO2 ini sendiri disebabkan karena aktivitas manusia yang menggunakan bahan bakar, membuang limbah padat, membakar kayu, polusi kendaraan, sampai aktivitas manusia lainnya. Disaat yang bersamaan, pohon yang sebenarnya menyerap CO2 sekarang kondisinya semakin berkurang karena banyak hutan yang dibakar, ditebang besar-besaran untuk diambil kayunya dan perbuatan-perbuatan negatif lainnya sehingga gas CO2 ini akhirnya berasa di atmosfer. Uap Air Selain gas CO2 menurut pengertian efek rumah kaca, penyebab lainnya ialah uap air yang memiliki prosentas lebih besar yakni sekitar 36-70%, gas ini sendiri merupakan gas alami yang memiliki peran banyak dalam proses efek rumah kaca. Hal ini bisa terjadi ketika uap air laut, sungai hingga danau disuatu kawasan mengalami peningkatan maka temperature panas akan meningkat pula, apabila hal ini terjadi secara terus menerus, maka yang terjadi ialah mencapai ke titik keseimbangan atau ekuilibrium. Nitrogen Dioksida Nitrogen dioksida atau gas NO2 merupakan gas insulator panas yang cukup kuat, gas ini sendiri paling banyak dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar serta pembakaran lahan pertanian. Hal wajib yang harus diketahui ialah gas tersebut bisa menangkap panas 300 lebih besar dari karbon dioksida. Oleh karena itu sekarang ini kondisinya semakin mengalami pengingkatan 16 persen jika dibandingkan dengan masa pra-industri. Metana Metana juga menjadi penyebab dari terjadinya efek rumah kaca, gas ini merupakan insulator efektif yang dapat menangkap panas 20 kali lebih banyak jika dibandingkan dengan CO2. Penyebab dari meningkatnya gas ini juga disebabkan karena ulah manusia yang memproduksi transportasi, gas alam, batu bara serta minyak bumi. Metana ini dihasilkan oleh pembusukan-pembusukan limbah organic serta kotoran hawan, saat ini metana juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan satu setengah kali lipat dari sebelum-belumnya. Baca Artikel Terkait Tentang Materi Siklus Karbon Gas Lain Adapun gas-gas lain yang menyumbang terjadinya efek rumah kaca ialah proses manufaktur seperti peleburan alumuniumserta material jenis lainnya untuk menghasilkan furniture atau kebutuhan manusia lainnya. Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca Mekanisme kerja gas rumah kaca adalah sebagai berikut, lapisan atmosfir yang terdiri dari, berturut-turut troposfir, stratosfir, mesosfir dan termosfer Lapisan terbawah troposfir adalah bagian yang terpenting dalam kasus efek rumah kaca. Sekitar 35% dari radiasi matahari tidak sampai ke permukaan bumi. Hampir seluruh radiasi yang bergelombang pendek sinar alpha, beta dan ultraviolet diserap oleh tiga lapisan teratas. Yang lainnya dihamburkan dan dipantulkan kembali ke ruang angkasa oleh molekul gas, awan dan partikel. Sisanya yang 65% masuk ke dalam troposfir. Di dalam troposfir ini, 14 % diserap oleh uap air, debu, dan gas-gas tertentu sehingga hanya sekitar 51% yang sampai ke permukaan bumi. Dari 51% ini, 37% merupakan radiasi langsung dan 14% radiasi difusi yang telah mengalami penghamburan dalam lapisan troposfir oleh molekul gas dan partikel debu. Radiasi yang diterima bumi, sebagian diserap sebagian dipantulkan. Radiasi yang diserap dipancarkan kembali dalam bentuk sinar inframerah. Sinar inframerah yang dipantulkan bumi kemudian diserap oleh molekul gas yang antara lain berupa uap air atau H2O, CO2, metan CH4, dan ozon O3. Sinar panas inframerah ini terperangkap dalam lapisan troposfir dan oleh karenanya suhu udara di troposfir dan permukaan bumi menjadi naik, terjadilah efek rumah kaca. Dampak Efek Rumah Kaca Berikut ini terdapat beberapa dampak efek rumah kaca, terdiri atas 1. Dampak Negatif Efek Rumah Kaca Terdiri atas Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksidadi atmosfer. Efek rumah kacajuga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar. Efek rumah kaca menjadi penyebab global warming dan perubahan iklim. Iklim di bumi menjadi tak menentu dan susah diprediksikan, sehingga mengganggu sistem penerbangan dan petani dalam menentukan masa panen. Baca Artikel Terkait Tentang Materi Gambar Planet 2. Dampak Positif Efek Rumah Kaca Terdiri atas Efek rumah kacasangat berguna bagi kehidupan di bumi karena gas-gas dalam atmosfer dapat menyerap gelombang panas dari sinar matahari menjadikan suhu di bumi tidak terlalu rendah untuk dihuni makhluk hidup. Seandainya tidak ada gas rumah kaca jadi tidak ada efek rumah kaca, suhu di bumi rata-rata hanya akan -180 C, suhu yang terlalu rendah bagi sebagian besar makhluk hidup, termasuk manusia. Tetapi dengan adanya efek rumah kaca suhu rata-rata di bumi menjadi 330C lebih tinggi , yaitu 150C, suhu ini sesuai bagi kelangsungan kehidupan makhluk hidup. Dengan adanya efek rumah kaca manusia menjadi sadar bahwa pohon dan hutan memiliki arti penting bagi kelangsungan kehidupan, yaitu salah satunya dapat menyerap gas polutan dan menghasilkan oksigen. Maka reboisasikembali digalakkan dan penanaman pohon di kota-kota besar mulai dilakukan. Manusia menjadi kreatif, karena mengolah limbah seperti plastik, kertas untuk didaur ulang menjadi barang yang ekonomis. Cara Mengatasi Efek Rumah Kaca Banyak hal-hal mudah yang bisa kita lakukan untuk mengurangi efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Untuk mencegah terjadinya dampak-dampak dari bahaya efek rumah kaca, tentunya harus dimulai dari diri sendiri pada setiap orang. Kepedulian setiap individu untuk melakukan perubahan perilaku pada dirinya akan berdampak bagi generasi penerus di kemudian hari. Contoh nyata upaya penanggulangan efek rumah kaca dalam kehidupan sehari-hari antara lain Penghematan penggunaan alat listrik Listrik tidak sebersih yang dikira, karena letak pembangkit yang jauh, sehingga asap polusinya tidak kita rasakan. Pembangkit listrik merupakan penyumbang emisi yang besar karena masih menggunakan bahan bakar fosil untuk prosesnya. Banyak pembangkit listrik menggunakan batubara sebagai bahan bakarnya, batubara sendiri adalah bahan bakar yang paling kotor karena mengeluarkan emisi paling besar. Menghemat penggunaan Listrik antara pukul sampai Memadamkan listrik jika sedang tidak digunakan. Menggunakan lampu hemat energi CFL dan lampu sensor cahaya untuk lampu taman, sehingga lampu akan hidup dan mati secara otomatis tergantung cahaya matahari. Memanfaatkan cahaya matahari untuk penerangan di dalam ruangan di pagi dan siang hari. Selain menghemat listrik juga dapat menurunkan emisi penyebab pemanasan global Menggunakan timer agar televisi otomatis mati saat ketiduran. Memakai alat-alat elektronik dengan cara bijak, sehingga dapat menghemat penggunaan listrik. Pemakaian kendaraan bermotor Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Mendukung petani lokal. Dengan membeli produk-produk lokal, maka sama halnya dengan menghemat bahan bakar dan mengurangi polusi yang digunakan dan dihasilkan dari kendaraan yang digunakan untuk mengangkut produk dari luar kota dan luar negeri. Memperbaiki kualitas kendaraan, melakukan uji emisi dan merawat kendaraan bermotor dengan baik. Baca Artikel Terkait Tentang Materi Penjelasan Pencemaran Udara Beserta Dampak Yang Di Timbulkannya Go green Untuk mengatasi pengurangan polusi udara pada di atmosfer, maka dapat dilakukan juga penanaman tanaman. Penanaman tanaman dapat berupa pohon dapat dilakukan di halaman dan tempat-tempat yang banyak menghasilkan polusi udara, seperti di pinggir-pinggir jalan. Selain itu juga, melakukan reboisasi pada gunung-gunung yang gundul dan membuat taman-taman di perkotaan atau biasa disebut dengan taman kota. Pengelolaan sampah Sampah merupakan masalah jangka panjang karena sampah akan terus ada. Jika tidak dilakukan langkah-langkah untuk menanggulangi masalah sampah, maka sampah akan terus menumpuk di tempat pembuangan sampah akhir. Hal tersebut secara tidak sadar akan menghasilkan emisi gas CO2 dan CH4, dimana gas-gas tersebut merupakan gas rumah kaca. Jika sampah-sampah tersebut ditimbun terus-menerus, maka konsentrasi gas CO2 dan CH4 di atmosfer akan terganggu dan menyebabkan efek rumah kaca semakin berbahaya. Namun, membakar sampah bukanlah cara untuk mengatasi masalah ini. Karena dengan membakar sampah, maka akan mengakibatkan polusi udara. Untuk mengatasi masalah ini, yang dapat dilakukan adalah Mengurangi penggunaan sampah Memisahkan antara sampah organikdan sampah anorganik, maka akan mempermudah dalam proses mendaur ulang sampah. Sampahorganik bisa dijadikan kompos. Sampahanorganik seperti plastik bisa dijadikan kerajinan tangan atau didaur ulang kembali menjadi plastik. Sedangkan sampah kertas bisa didaur ulang kembali menjadi kertas daur ulang dan kertas yang biasa digunakan HVS. Menghemat penggunaan kertas. Dengan menghemat penggunaan kertas, kita menyelamatkan pohon-pohon yang biasa digunakan sebagai bahan baku kertas. Demikianlah pembahasan mengenai Efek Rumah Kaca – Pengertian, Penyebab, Proses, Dampak & Cara Mengatasi semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. - Efek rumah kaca merupakan peningkatan suhu bumi yang disebabkan oleh konsentrasi karbon dioksida dan karbon monoksida yang tinggi di atmosfer. Karbon dioksida dan karbon monoksida akan membentuk semacam lapisan yang akan menahan panas bumi keluar, sehingga panas yang ditimbulkan bumi akan terkungkung di dalam seperti pada rumah kaca. Kendati demikian, sebenarnya di atmosfer bumi terdapat banyak sekali gas-gas rumah kaca alami seperti siklus air, karbon dioksida, dan metana. Gas-gas tersebut merupakan hal yang sangat penting untuk kelangsungan bumi. Infografik Efek Rumah Kaca. Bumi tidak akan layak huni jika tidak terdapat gas-gas rumah kaca di atmosfernya. Hal itu karena bumi akan menjadi sangat dingin karena tidak adanya gas-gas rumah kaca tersebut, bumi tidak bisa menghantarkan panas. Akan tetapi, jika gas-gas tersebut terus bertambah banyak dan semakin tidak terkendali, maka suhu pada bumi akan terus meningkat sehingga menyebabkan Pemanasan Global. Tingginya polusi udara, pembakaran bahan bakar fosil serta banyaknya penebangan hutan merupakan penyebab utama jumlah karbon dioksida semakin meningkat. Karena karbon dioksida merupakan salah satu gas rumah kaca, maka dengan meningkatnya kadar karbon dioksida, menyebabkan Efek Rumah Kaca berubah menjadi dampak yang negatif yaitu Pemanasan Global. Dampak Efek Rumah Kaca Berikut ini adalah beberapa dampak efek rumah kaca yang kerap terjadi, seperti dikutip modul IPA SMP Kelas VII 20171. Perubahan Iklim yang EkstremTemperatur di bumi menjadi sangat tinggi sehingga menyebabkan beberapa wilayah mengalami perubahan iklim yang cukup ekstrim. Beberapa wilayah bumi yang cenderung hangat akan berubah menjadi lembab. Hal ini disebabkan oleh uap air yang merupakan gas pada rumah kaca, sehingga menyebabkan meningkatnya edek insulasi pada atmosfer. Selain itu, dengan banyaknya uap air, tentu jumlah awan akan semakin banyak sehingga akan menyebabkan curah hujan yang tinggi, badai yang semakin kering, dan air aakan lebih cepat menguap dari dalam tanah. 2. Meningkatnya Permukaan Air LautLapisan es atau gletser di benua antartika akan mencair karena dampak dari pemanasan global. Bahkan disebutkan bahwa lapisan es tersebut menurun 2,7 persen per dekade. Dengan demikian, pantai yang tadinya landai, lama-kelamaan akan hilang tertutup air laut. 3. Kepunahan Spesies TertentuPeningkatan suhu bisa menyebabkan kepunahan lebih dari satu juta spesies. Sampai saat ini hilangnya spesies semakin meluas dan daftar spesies yang terancam punah terus berkembang dan bertambah. 4. Kegagalan Panen Besar-besaranTerdapat 90 persen kemungkinan bahwa 3 miliar orang diseluruh dunia harus memilih antara pergi bersama keluarganya ke tempat yang beriklim baik atau kelaparan akibat perubahan iklim ekstrim sehingga menyebabkan gagal panen dalam kurun waktu 100 tahun. 5. Menipisnya Lapisan OzonLapisan yang melindungi bumi dari bahaya radiasi sinar Ultra Violet UV adalah lapisan ozon. Berdasarkan penelitian dan pengamatan satelit, lapisan ozon yang ada di stratosfer yaitu sekitar 17-25km diatas permukaan bumi ini, lama kelamaan mengalami penipisan semenjak tahun juga Pemanasan Global Buat Spesies Laut Berkurang 2 Kali Lebih Banyak Apa Penyebab Pemanasan Global dan Bagaimana Dampaknya? Apa Saja Usaha-Usaha Menanggulangi Pemanasan Global? - Pendidikan Kontributor Robiatul KameliaPenulis Robiatul KameliaEditor Maria Ulfa Efek rumah kaca adalah salah satu isu lingkungan yang dapat menyebabkan pemanasan global. Sumber Wikipedia global merupakan fenomena atau peristiwa yang terjadi karena meningkatnya temperatur suhu rata-rata permukaan ini terjadi akibat efek rumah kaca. Apa itu efek rumah kaca? Simak penjelasan mengenai efek rumah kaca di bawah Efek Rumah KacaMatahari merupakan sumber energi terbesar yang menghasilkan energi sinar dan energi panas. Panas dan sinar yang dihasilkan oleh masuk ke bumi dan dapat dimanfaatkan oleh makhluk tidak semua panas dan sinar berhasil diendapkan ke bumi, tetapi sebagian besar terpantul keluar pada atmosfer. Peristiwa ini dikenal sebagai efek rumah rumah kaca yang terjadi di permukaan bumi adalah proses tertahannya atau terserapnya sinar infra merah dari matahari yang dipantulkan kembali oleh bumi oleh gas rumah kaca yang terdapat di lapisan tersebut dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Alam Modul 9 Pemanasan Global Kelas VII SMP yang ditulis oleh Lina Herlina, dan Rangga Bhakty Iskandar Manfaat dan Dampak Efek Rumah KacaDikutip dari buku Fisika Paket C Tingkatan V Modul Tema 11 Awas! Pemanasan Global Mengancam Kita yang ditulis oleh Marga Surya Mudhari, Drs, MT, lapisan dalam atmosfer memiliki fungsi sebagai lapisan kaca pelindung radiasi. Lapisan ini juga berfungsi untuk menahan panas di permukaan bumi sehingga tidak bisa keluar. Layaknya rumah kaca, lapisan ini akan menyimpan panas bumi agar temperatur suhu bumi tetap terjaga dan adanya efek rumah kaca, bumi akan menjadi planet yang membeku dan tidak dapat dihuni oleh makhluk tetapi, jika terlalu banyak panas yang tertahan, suhu permukaan bumi meningkat. Ini yang disebut sebagai gejala pemanasan rumah kaca terjadi akibat beberapa aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Sumber Terjadinya Efek Rumah KacaEfek rumah kaca terjadi akibat banyaknya gas-gas rumah kaca GRK di atmosfer yang mengakibatkan naiknya radiasi inframerah yang diserap diserap oleh molekul gas yang antara lain berupa uap air atau H20, CO2, metan CH4, dan ozon O3.Hal ini kemudian berimbas kepada intensitas rumah kaca dan akibatnya suhu di permukaan bumi semakin tinggi beberapa kegiatan manusia yang menyebabkan banyaknya gas-gas rumah kaca, yaituPembangunan ladang pertanian dan peternakan. Pembuatan jalan layang dan gedung pencakar langit. Pembakaran bahan fosil, seperti minyak bumi dan Mengurangi Peningkatan Efek Rumah KacaSalah satu cara mengurangi peningkatan efek rumah kaca adalah dengan menanam pohon. Sumber beberapa cara yang bisa dilakukan manusia untuk dapat mengurangi peningkatan efek rumah kaca, yaituMelindungi hutan dari penebangan liar yang sangat merusak lingkungan sekitar dengan tanaman hijau. Tidak membakar sampah dan penggunaan kendaraan penggunaan energi penggunaan produk-produk yang mengandung Chloro-fluorocarbons CFCs dengan menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan.

peristiwa yang dapat mengurangi meningkatkan intensitas efek rumah kaca adalah